“Menjadi Institusi Yang Kredibel Dalam Mewujudkan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan”

Kebun Raya Balikpapan

Kota Balikpapan memiliki luas wilayah sekitar 50.330,57 Ha atau 503,3 km2  dan secara administrasi pemerintahan dibagi menjadi 6 wilayah Kecamatan, yaitu : Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah sejak tahun 2006 Kota Balikpapan telah memiliki rencana lokasi pembangunan Kebun Raya Balikpapan yang terletak di wilayah Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, yaitu di Kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) dan secara geografis terletak pada koordinat BT 11651' 0,55" 1160 51' 54,4" dan LS 010 07 49,2"-010 08' 46,6".

Lokasi Kebun Raya Balikpapan yang merupakan bagian kawasan yang berada di dalam kawasan Hutan Lindung Sungai Wain,ditunjuk sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KDTK) berbentuk Kebun Raya dengan luas + 309 Ha, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 105/ Menhut-II/ 2006 dan selanjutnya ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 68/Menhut-II/2009 sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KDTK) berbentuk Kebun Raya dengan luas 309,8 Ha.

Pembangunan Kebun Raya Balikpapan dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan semakin cepatnya kerusakan ekosistem hutan di Kalimantan Timur. Kerusakan ekosistem hutan tersebut diketahui akan berdampak pada hilangnya jenis-jenis tumbuhan khas Kalimantan. Selain itu, beberapa inisiator awal mengharapkan adanya ruang terbuka hijau yang dapat mengakomodir kegiatan rekreasi, pendidikan dan konservasi masyarakat Balikpapan di sekitar Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang telah lebih dahulu ada. Selain itu pembangunan Kebun Raya Balikpapan juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan diharapkan berdampak positif pada peran serta mereka dalam melindungi HLSW.

Kebun Raya Balikpapan sejak tahun 2015 pengelolaannya dilaksanakan oleh UPTD Pengelolaan oleh UPTD Pengelolaan Kebun Raya Balikpapan, yang struktur organisasinya berada dibawah SKPD Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan dan hingga saat ini Kebun Raya Balikpapan masih terus melaksanakan pengembangan tanaman koleksi dan pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas pendukung dalam mewujudkan tercapainya fungsi dasar sebuah Kebun Raya yaitu sebagai fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata alam dan jasa lingkungan.

Kebun Raya Balikpapan memiliki 2 fungsi, yakni :

1. Fungsi Konservasi ex-situ;

2. Fungsi Penelitian;

3. Fungsi Pendidikan;

4. Fungsi Wisata Lingkungan;

5. Fungsi Jasa Lingkungan.

LAHIRNYA KEBUN RAYA BALIKPAPAN

Kamis, 1 Desember 2005 merupakan tonggak sejarah bagi Kebun Raya Balikpapan. Ditandai dengan penyerahan masterplan Kebun Raya Balikpapan dari Kepala Lembaga Ilmu PengetahuanIndonesia (Prof. Dr. Umar Anggara Jenie yang diwakili oleh Deputi IPH - LIPI, Bapak Prof. Dr. Endang Sukara) kepada Walikota Balikpapan (Bapak H. Imdaad Hamid, S.E.) maka secara resmi dicanangkan titik awal pembangunan Kebun Raya Balikpapan. Untuk selanjutnya tanggal 1 Desember dinyatakan sebagai hari lahir Kebun Raya Balikpapan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis maskot Kebun Raya Balikpapan berupa tanaman kantong semar (Nepenthes mirabilis) dari LIPI kepada Pemkot Balikpapan. Tahun 2007 maskot Kebun Raya Balikpapan diganti dengan pohon endemik Kalimantan yaitu Ulin (Eusideroxylon swageri).

Pada bulan Juni 2006 pembuatan sarana pembibitan mulai dilakukan. Tujuannya adalah sebagai tempat untuk mengoleksi dan mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan yang akan menjadi koleksi nantinya baik yang terdapat di dalam kawasan maupun di luar kawasan yang berdekatan dengan lokasi kebun raya. Ada tiga pilihan lokasi untuk pembibitan sementara yaitu lokasi di Gunung Parman, lokasi dekat Strait Jepang dan lokasi di belakang pos ulin. Dari ketiga lokasi tersebut maka dipilihlah lokasi yang berada di belakang pos ulin yang berada di luar areal Kebun Raya Balikpapan dengan pertimbangan mudah dipantau, sumber air mudah dan keamanan terjamin.

TEMA KEBUN RAYA BALIKPAPAN

Berdasarkan hasil diskusi dengan tim Pembangunan Kebun Raya Daerah, maka tema yang diambil untuk Kebun Raya Balikpapan adalah "Konservasi tumbuhan kayu Indonesia terutama kayu-kayu dari hutan tropis Kalimantan"

VISI DAN MISI KEBUN RAYA BALIKPAPAN

 

VISI   

Menuju Kebun Raya Profesional yang menjadi ciri khas kawasan hutan tropis asli Kalimantan di dalam kota yang ikut menunjang kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat Kota Balikpapan dalam bidang konservasi, penelitian, pendidikan dan pariwisata.

 

MISI

Melestarikan dan memanfaatkan potensi tumbuhan melalui kegiatan konservasi, pendidikan, pelatihan dan pariwisata dalam rangka meningkatkan pemahaman lingkungan hidup menuju terciptanya Balikpapan versih indah, aman dan nyaman.

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Pembangunan infrastruktur di dalam kebun raya adalah untuk menunjang jalannya aktivitas rutin dan kegiatan perkebunrayaan. Luas lahan yang akan dibuka untuk dijadikan bangunan hanyalah 10% dari seluruh total areal yang ada. Beberapa pembangunan fasilitas yang sudah dilakukan di dalam Kebun Raya Balikpapan adalah pembangunan Jalan Masuk, Gedung Penerima (Information Centre), Rumah Persemaian, Pos Karcis, Sumur Dalam, Embung, Rumah Kompos, Rumah Singgah Sementara, Guest House, Mushalla, Toilet Umum, Areal Parkir dan Pintu Gerbang.

 

DUKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM RI

DALAM PENGEMBANGAN KEBUN RAYA DI INDONESIA

Sekitar tahun 2002 - 2009 Kementerian Pekerjaan Umum telah memberikan bantuan teknis berupa :

A. REVIEW MASTERPLAN untuk Kebun Raya (yang sudah ada), yaitu :

      - Kebun Raya Bogor

      - Kebun Raya Cibodas

      - Kebun Raya Purwodadi

      - Kebun Raya Eka Karya - Bali

B. MASTERPLAN untuk Kebun Raya (baru), yaitu :

     KR. Baturaden, KR. Jambi, KR. Enrekang, KR. Katingan, KR. Puncak,

     KR. Liwa, KR. Kuningan, KR. Balikpapan (2005), KR. Samosir,

     KR. Batam, KR. Lombok Timur, KR. Sambas, KR. Danau Lait, KR. Solok,

     KR. Minahasa dan KR. Kendari

Kebun Raya Balikpapan pertama kali melakukan kegiatan eksplorasi tumbuhan di tahun 2006 dalam upaya mencari dan mengoleksi tumbuhan pengarah berupa ulin di dalam kawasan Hutan Lindung Sungai Wain. Tim Kebun Raya Bogor yang bertugas pertama kali melakukan detasering (Tahrodin, Syamsuddin, Made Yasa) langsung memberikan bimbingan kepada karyawan Kebun Raya Balikpapan tentang teknik eksplorasi tumbuhan agar presentasi hidup setelah sampai di kebun raya tetap tinggi.

 


 

klik http://kebunraya.balikpapan.go.id/