“Menjadi Institusi Yang Kredibel Dalam Mewujudkan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan”

Menjaga Pesisir dan Lahan Kritis

Wednesday - 02 Agustus 2017 - Dibaca: 936 kali

REBOISASI: Penanaman bibit bakau di kawasan Mangrove Center Graha Indah saat peringatan Hari Mangrove Sedunia, baru-baru ini.

PROCAL.CO.BALIKPAPAN  -  Pelestarian pesisir dan lahan kritis terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan. Selama 2017, DLH sudah menanam 3.785 pohon dan 1.000 bibit mangrove.

Kepala DLH Balikpapan, Suryanto mengatakan, pelestarian lingkungan dilakukan dari hutan lindung sampai pesisir pantai. Sebab, terdapat ancaman kerusakan lingkungan seperti degradasi permukaan darat, yang dapat menyebabkan kematian pohon.

“Bila tidak dilakukan konservasi, ancaman krisis air bersih dan banjir bisa terjadi di Balikpapan. Jadi supaya pohon tetap ada dan tumbuh, pemeliharaan perlu dilakukan dan mengadakan reboisasi. Supaya cadangan air tetap ada dan mencegah banjir,” ujar Suryanto kepada Balikpapan Pos, Minggu (30/7).

Dia menjelaskan, reboisasi dilakukan rutin setiap tahun yang bekerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat. Terutama lahan kritis yang dimiliki pemkot. Sedangkan, lahan milik masyarakat diserahkan kepada sang pemilik karena digunakan sesuai kebutuhannya.

“Kami bisa juga tanam di lahan masyarakat, dengan izin dan tanya dulu pemiliknya. Bagi yang mau, kami segera tanam. Lalu dampaknya bisa dinikmati menjadi hutan kota,” ungkapnya.

Kemudian bagi kawasan hutan lindung yang telah menjadi korban kebakaran, maka akan ditanami kembali pohon. Seperti pada 2015 dengan luas 60 hektare, ditanam 13.992 pohon. Pada 2016 lalu, sebanyak 86.190 pohon ditanam di lahan seluas 185 hektare. Dan, hingga Juli telah ditanam 3.785 pohon.

Kemudian untuk kawasan pesisir pantai, Kelurahan Teritip telah mengalami degradasi pesisir, akibat terjadi penumpukan sedimen pasir dari laut hampir mencapai 9 hektare. Dampaknya, pohon mangrove tidak bisa tumbuh dan mati.

“Upayanya tahun ini tanam pohon mangrove kembali dengan melakukan penelitian bibit pohon mangrove apa yang cocok ditanam oleh aktivis lingkungan. Mereka bekerja sukarela,” ungkapnya.

Adapun pohon mangrove yang cocok untuk ditanam yakni jenis Rizhopora mucronata sebanyak 1.000 bibit. Pesisir, kata dia, akan menjadi perhatian supaya sedimen tidak makin meningkat.

“Pemilik tambak di pesisir pantai juga mengantisipasi sendiri. Mereka buat tanggul lebih tinggi supaya ombak yang membawa pasir tidak sampai ke tambak mereka,” tandasnya.

Repost PROKAL.CO.BALIKPAPAN